Cite This        Tampung        Export Record
Judul HUBUNGAN ANTARA DISLIPIDEMIA DENGAN KEJADIAN SINDROM KORONER AKUT PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI CARDIOVASCULAR CARE UNIT (CVCU) CARDIAC CENTER RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR PERIODE JANUARI – DESEMBER 2012 / PUTRI ARYANTI MICHIKO
Pengarang PUTRI ARYANTI MICHIKO
dr. H. Muhammad Ikhsan Madjid, MS, PKK
EDISI Skripsi
Penerbitan Universitas Hasanuddin : Fakultas Kedokteran, 2013
Deskripsi Fisik 79 hlm :ilus
ISMN --putriaryan-854
/Skripsi/Kedokteran / Medical/Pendidikan Kedokteran/
Subjek Dislipidemia
sindrom koroner akut
Abstrak Latar Belakang : Sindrom koroner akut masih tetap merupakan masalahkesehatan publik yang bermakna di negara industri, dan mulai menjadi bermaknadi negara-negara sedang berkembang.Pada tahun 2010, secara global penyakit iniakan menjadi penyebab kematian pertama di negara berkembang, menggantikankematian akibat infeksi. Diperkirakan bahwa diseluruh dunia, PJK pada tahun2020 menjadi pembunuh pertama tersering yakni sebesar 36% dari seluruhkematian. Dislipidemia merupakan faktor risiko yang pada suatu penelitian yangdiadakan oleh Balitbang Kesehatan tahun 2000 mempunyai presentasi tertinggidibanding faktor risiko lainnya seperti hipertensi, DM, dan kepribadian Tipe A,yaitu 70,4%.5.Tujuan : Untuk mengetahui adanya hubungan antara dislipidemia dengankejadian sindrom koroner akut (SKA) .Metode : Rancangan penelitian ini adalah “ Cross sectional study” yaitudilakukan dengan cara pengumpulan data sekaligus dalam satu waktu, untukmengetahui hubungan antara dislipidemia dengan kejadian sindrom koroner akut.Hasil Penelitian : dari penelitian ini didapatkan 203 kasus, dimana hasilnyamenunjukkan pasien yang mengalami dislipidemia dan yang menderita sindromkoroner akut (SKA) sebanyak 33 kasus (16,3%), pasien yang mengalamidislipidemia namun tidak menderita sindrom koroner akut (SKA) sebanyak 46kasus (22,7%), pasien yang tidak mengalami dislipidemia namun menderitasindrom koroner akut (SKA) sebanyak 46 kasus (22,7%), dan pasien yang tidakmengalami dislipidemia dan sindrom koroner akut (SKA) sebanyak 78 kasus(38,4%). Dari hasil tabulasi silang dengan menggunakan uji Chi-squaredidapatkan nilai p > 0,05 yaitu 0,505 sehingga hipotesis alternatif tidak dapatditerima, tetapi hipotesis 0 (H0) yang diterima yaitu tidak terdapat hubunganantara dislipidemia dengan sindrom koroner akut (SKA) yang dirawat di CVCUCardiac Center RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode Januari –Desember 2012.Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dislipidemiadengan kejadian sindrom koroner akut (SKA) pada pasien yang dirawat di CVCUCardiac Center RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode 1 Januari–31Desember 2012.Kata Kunci : Dislipidemia, sindrom koroner akutDaftar Pustaka : 19 (2000-2012)
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000000853
005 20180315012337
008 180315################|##########|#|##
024 0 $a--putriaryan-854
024 0 $a/Skripsi/Kedokteran / Medical/Pendidikan Kedokteran/
035 # # $a 0010-0517000853
041 $a ind
042 $adc
084 # # $a SKR-K13 PUT h
100 0 # $a PUTRI ARYANTI MICHIKO
245 1 # $a HUBUNGAN ANTARA DISLIPIDEMIA DENGAN KEJADIAN SINDROM KORONER AKUT PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI CARDIOVASCULAR CARE UNIT (CVCU) CARDIAC CENTER RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR PERIODE JANUARI – DESEMBER 2012 /$c PUTRI ARYANTI MICHIKO
246 0 $a#TITLE_ALTERNATIVE#2013
250 # # $a Skripsi
260 # # $a Universitas Hasanuddin :$b Fakultas Kedokteran,$c 2013
300 # # $a 79 hlm : $b ilus
520 # # $a Latar Belakang : Sindrom koroner akut masih tetap merupakan masalahkesehatan publik yang bermakna di negara industri, dan mulai menjadi bermaknadi negara-negara sedang berkembang.Pada tahun 2010, secara global penyakit iniakan menjadi penyebab kematian pertama di negara berkembang, menggantikankematian akibat infeksi. Diperkirakan bahwa diseluruh dunia, PJK pada tahun2020 menjadi pembunuh pertama tersering yakni sebesar 36% dari seluruhkematian. Dislipidemia merupakan faktor risiko yang pada suatu penelitian yangdiadakan oleh Balitbang Kesehatan tahun 2000 mempunyai presentasi tertinggidibanding faktor risiko lainnya seperti hipertensi, DM, dan kepribadian Tipe A,yaitu 70,4%.5.Tujuan : Untuk mengetahui adanya hubungan antara dislipidemia dengankejadian sindrom koroner akut (SKA) .Metode : Rancangan penelitian ini adalah “ Cross sectional study” yaitudilakukan dengan cara pengumpulan data sekaligus dalam satu waktu, untukmengetahui hubungan antara dislipidemia dengan kejadian sindrom koroner akut.Hasil Penelitian : dari penelitian ini didapatkan 203 kasus, dimana hasilnyamenunjukkan pasien yang mengalami dislipidemia dan yang menderita sindromkoroner akut (SKA) sebanyak 33 kasus (16,3%), pasien yang mengalamidislipidemia namun tidak menderita sindrom koroner akut (SKA) sebanyak 46kasus (22,7%), pasien yang tidak mengalami dislipidemia namun menderitasindrom koroner akut (SKA) sebanyak 46 kasus (22,7%), dan pasien yang tidakmengalami dislipidemia dan sindrom koroner akut (SKA) sebanyak 78 kasus(38,4%). Dari hasil tabulasi silang dengan menggunakan uji Chi-squaredidapatkan nilai p > 0,05 yaitu 0,505 sehingga hipotesis alternatif tidak dapatditerima, tetapi hipotesis 0 (H0) yang diterima yaitu tidak terdapat hubunganantara dislipidemia dengan sindrom koroner akut (SKA) yang dirawat di CVCUCardiac Center RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode Januari –Desember 2012.Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dislipidemiadengan kejadian sindrom koroner akut (SKA) pada pasien yang dirawat di CVCUCardiac Center RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode 1 Januari–31Desember 2012.Kata Kunci : Dislipidemia, sindrom koroner akutDaftar Pustaka : 19 (2000-2012)
540 $a#RIGHTS#
546 $aBahasa Indonesia
650 # $a Dislipidemia
650 # $a sindrom koroner akut
655 0 $adc_document$2local
700 0 # $a dr. H. Muhammad Ikhsan Madjid, MS, PKK
786 0 $n#SOURCE_URL#
787 0 $n12014-01-28 09:41:34--putriaryan-854-1-13-putri-9.pdf./files/disk1/18/--putriaryan-854-1-13-putri-9.pdf/download.php?id=84813-PUTRI ARYANTI MICHIKO-C111 08 179.pdfapplication/pdf952494
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 --putriaryan-1084-1-13-putri-9.pdf pdf Baca Online
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG DIRAWAT INAP DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR PERIODE 1 JANUARI 2013 – 31 MARET 2013 / Iznaeny Rahma PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BAHAYA MEROKOK SISWA KELAS XI SMAN 2 TINGGIMONCONG TAHUN 2013 / Nurbaeti Bakhtiar FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG DIRAWAT INAP DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR PERIODE 1 JANUARI 2013 – 31 MARET 2013 / Iznaeny Rahma PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BAHAYA MEROKOK SISWA KELAS XI SMAN 2 TINGGIMONCONG TAHUN 2013 / Nurbaeti Bakhtiar HUBUNGAN ANTARA DISLIPIDEMIA DENGAN KEJADIAN SINDROM KORONER AKUT PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI CARDIOVASCULAR CARE UNIT (CVCU) CARDIAC CENTER RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR PERIODE JANUARI – DESEMBER 2012 / PUTRI ARYANTI MICHIKO Show More