Cite This        Tampung        Export Record
Judul TINJAUAN YURIDIS PRINSIP ULTRA PETITA OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KEADILAN SUBSTANTIF DI INDONESIA / FADEL
Pengarang FADEL
#CONTRIBUTOR#
EDISI Skripsi
Penerbitan Universitas Hasanuddin : Fak. Hukum, 2012
ISMN --fadel-9529
/Skripsi/Hukum / Law/Hukum Administrasi Negara/
Subjek HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
Abstrak Penelitian ini memiliki dua tujuan, pertama menjelaskan kondisipenyimpangan asas non ultra petita yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi,kedua menjelaskan konsep keadilan substantif sebagai dasar MahkamahKonstitusi dalam melakukan ultra petita dibandingkan dengan asas non ultrapetita menurut ketentuan Undang-UndangNomor 8 Tahun 2011.Penelitian ini dilaksanakan di Makassar, dengan lokasi penelitian padakantor Perpustakaan Fakultas Hukum Unhas dan dengan mengumpulkan data-datadari berbagai literatur dan situs internet. Adapun penelitian yang digunakan adalahpenelitian pustaka (library research), hasil analisis data disajikan secaradeskriptif, yakni memaparkan, menguraikan, dan menjelaskan peramasalahanyang relevan dengan penelitian ini secara jelas dan terperinci. Teknik analisis datayang digunakan adalah analisis kualitatif, yakni dengan menganalisis data-datasekunder yang didapatkan sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditentukan.Hasil penellitian menunjukkan bahwa hal-hal yang melatarbelakangikonstruksi pemikiran Hakim Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan yangbersifat ultra petita:Hakim Mahkamah Konstitusi menilai bahwa inti atau jantung dari sebuahundang-undang yang dimohonkan untuk di judicial review sudah tidak sesuai dariUUD 1945 (menyimpang), sehingga pasal-pasal lain yang berkaitan dinyatakanikut tidak berlaku; Mahkamah Konstitusi memiliki fungsi sebagai penjagakonstitusi (guardian of constitution), sehingga jika perlu dalam putusannyamungkin terjadi penyimpangan dari prinsip keadilan prosedural, demiterwujudnya keadilan substantif; Sifat Putusan Mahkamah Konstitusi bersifatpublik yang berlaku untuk semua orang; Petitum yang termuat dalam setiappermohonan yang mengatakan agar “hakim memutuskan perkara ini denganseadil-adilnya”, menjadi landasan untuk mengeluarkan putusan yang bersifat ultrapetita demi tercapainya keadilan.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000008975
005 20200416041830
008 200416################|##########|#|##
024 0 $a--fadel-9529
024 0 $a/Skripsi/Hukum / Law/Hukum Administrasi Negara/
035 # # $a 0010-0517008975
041 $a ind
042 $adc
084 # # $a SKR-H12 FAD t
100 0 # $a FADEL
245 1 # $a TINJAUAN YURIDIS PRINSIP ULTRA PETITA OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KEADILAN SUBSTANTIF DI INDONESIA /$c FADEL
246 0 $a-2012
250 # # $a Skripsi
260 # # $a Universitas Hasanuddin :$b Fak. Hukum,$c 2012
520 # # $a Penelitian ini memiliki dua tujuan, pertama menjelaskan kondisipenyimpangan asas non ultra petita yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi,kedua menjelaskan konsep keadilan substantif sebagai dasar MahkamahKonstitusi dalam melakukan ultra petita dibandingkan dengan asas non ultrapetita menurut ketentuan Undang-UndangNomor 8 Tahun 2011.Penelitian ini dilaksanakan di Makassar, dengan lokasi penelitian padakantor Perpustakaan Fakultas Hukum Unhas dan dengan mengumpulkan data-datadari berbagai literatur dan situs internet. Adapun penelitian yang digunakan adalahpenelitian pustaka (library research), hasil analisis data disajikan secaradeskriptif, yakni memaparkan, menguraikan, dan menjelaskan peramasalahanyang relevan dengan penelitian ini secara jelas dan terperinci. Teknik analisis datayang digunakan adalah analisis kualitatif, yakni dengan menganalisis data-datasekunder yang didapatkan sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditentukan.Hasil penellitian menunjukkan bahwa hal-hal yang melatarbelakangikonstruksi pemikiran Hakim Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan yangbersifat ultra petita:Hakim Mahkamah Konstitusi menilai bahwa inti atau jantung dari sebuahundang-undang yang dimohonkan untuk di judicial review sudah tidak sesuai dariUUD 1945 (menyimpang), sehingga pasal-pasal lain yang berkaitan dinyatakanikut tidak berlaku; Mahkamah Konstitusi memiliki fungsi sebagai penjagakonstitusi (guardian of constitution), sehingga jika perlu dalam putusannyamungkin terjadi penyimpangan dari prinsip keadilan prosedural, demiterwujudnya keadilan substantif; Sifat Putusan Mahkamah Konstitusi bersifatpublik yang berlaku untuk semua orang; Petitum yang termuat dalam setiappermohonan yang mengatakan agar “hakim memutuskan perkara ini denganseadil-adilnya”, menjadi landasan untuk mengeluarkan putusan yang bersifat ultrapetita demi tercapainya keadilan.
540 $a#RIGHTS#
546 $aBahasa Indonesia
650 # $a HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
655 0 $adc_document$2local
700 0 # $a #CONTRIBUTOR#
786 0 $n#SOURCE_URL#
787 0 $n12015-01-08 09:50:03--fadel-9529-1-12-fadel-).pdf./files/disk1/191/--fadel-9529-1-12-fadel-).pdf/download.php?id=935912-FADEL-B 111 08 759(FILEminimizer).pdfapplication/pdf1175747
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 --fadel-9529-1-12-fadel-).pdf pdf Baca Online
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
ANALISIS PENGARUH KREDIT MIKRO TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO DI SULAWESI TENGGARA : Analysis of microcredit effect on poverty alleviation through microenterprise development in South East Sulawesi / MUH. YANI BALAKA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA INSPEKTORAT KOTA MAKASSAR BERDASARKAN PERSEPSI PEGAWAINYA ANALISIS KESESUAIAN KEMAMPUAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR DENGAN PERSYARATAN JABATAN DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG : An Analysis On The Suitability Between Official Human Resources And Position Requirements In Sidenreng Rappang Regency / ANDI NILWANA PILIHAN MODA PETE-PETE DAN OJEK DI KOTA MAJENE SULAWESI BARAT : THE CHOICE OF MODES PETE-PETE AND OJEK IN MAJENE TOWN WEST SULAWESI BARAT / WAHYUNI PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN JALAN DI KECAMATAN MANDONGA KOTA KENDARI : Determination of Handling Priority of Road in Mandonga District of Kendari City / JANY Show More