Cite This        Tampung        Export Record
Judul STUDI PERTUMBUHAN ISOLAT JAMUR PELAPUK PADA MEDIA MPA (MALT PEPTON AGAR) DAN AKTIVITAS ENZIM LIGNOSELULOLITIK PADA MEDIA ORGANIK / ROSMIATI
Pengarang ROSMIATI
Prof. Dr. Ir. Tutik Kuswinanti, M.Sc. Dr. Ir. Nur Amin, Dipl. Ing-Agr.
EDISI Skripsi
Penerbitan Universitas Hasanuddin : Fak. Pertanian, 2013
Deskripsi Fisik 69 hlm. :ilus.
ISMN --rosmiati-7935
/Skripsi/Pertanian / Acriculture/Hama dan Penyakit Tumbuhan/
Subjek Bahan organik Kulit Kakao,
Daun kakao,
Jerami padi,
Isolat Jamur Pelapuk,
Sekam Padi,
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat jamur pelapuk yang terbaik dalam mendekomposisi kulit buah kakao, daun kakao, jerami padi, dan sekam padi, serta mengetahui kemampuan isolat jamur pelapuk bertumbuh pada media MPA (Malt Pepton Agar) secara in vitro. Penelitian ini dilakukan dengan tiga prosedur utama yaitu Pengujian pertumbuhan Isolat jamur pada media MPA (Malt Pepton Agar), Pengujian pertumbuhan pada media organik (kulit buah kakao, daun kakao, jerami padi, dan sekam padi), dan analisis kandungan lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Pada pengujian pertumbuhan digunakan 13 isolat (isolat A, B, C, D, E, F, G, KSA, KSB, KSD, KSH, MKS dan JM) yang ditumbuhkan pada media MPA (Malt Pepton Agar). Sedangkan pada pengujian dalam media organic digunakan 3 isolat (isolat JM, MKS, dan E ) dan 4 jenis bahan organik yaitu kulit buah kakao, daun kakao, jerami padi, dan sekam padi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa isolat yang paling bagus pertumbuhannya pada media MPA yaitu isolat A, B, C, D, E, dan KSD, dan pada media organik yaitu isolat JM dan MKS. Pada tahap pengujian analisis kandungan lignin, selulosa, dan hemiselulosa, komponen hemiselulosa yang mengalami penurunan paling tinggi. Isolat yang paling unggul dalam menurunkan kandungan hemiselulosa adalah isolat E pada sekam padi (77,48 %), selulose oleh isolat E pada daun kakao (33,11 %), sedangkan lignin, sampai 30 hari setelah inokulasi belum memperlihatkan penurunan yang signifikan.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000007380
005 20191018070441
008 191018################|##########|#|##
024 0 $a--rosmiati-7935
024 0 $a/Skripsi/Pertanian / Acriculture/Hama dan Penyakit Tumbuhan/
035 # # $a 0010-0517007380
041 $a ind
042 $adc
084 # # $a SKR-P13 ROS s
100 0 # $a ROSMIATI
245 1 # $a STUDI PERTUMBUHAN ISOLAT JAMUR PELAPUK PADA MEDIA MPA (MALT PEPTON AGAR) DAN AKTIVITAS ENZIM LIGNOSELULOLITIK PADA MEDIA ORGANIK /$c ROSMIATI
246 0 $a#TITLE_ALTERNATIVE#2013
250 # # $a Skripsi
260 # # $a Universitas Hasanuddin :$b Fak. Pertanian,$c 2013
300 # # $a 69 hlm. : $b ilus.
520 # # $a Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat jamur pelapuk yang terbaik dalam mendekomposisi kulit buah kakao, daun kakao, jerami padi, dan sekam padi, serta mengetahui kemampuan isolat jamur pelapuk bertumbuh pada media MPA (Malt Pepton Agar) secara in vitro. Penelitian ini dilakukan dengan tiga prosedur utama yaitu Pengujian pertumbuhan Isolat jamur pada media MPA (Malt Pepton Agar), Pengujian pertumbuhan pada media organik (kulit buah kakao, daun kakao, jerami padi, dan sekam padi), dan analisis kandungan lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Pada pengujian pertumbuhan digunakan 13 isolat (isolat A, B, C, D, E, F, G, KSA, KSB, KSD, KSH, MKS dan JM) yang ditumbuhkan pada media MPA (Malt Pepton Agar). Sedangkan pada pengujian dalam media organic digunakan 3 isolat (isolat JM, MKS, dan E ) dan 4 jenis bahan organik yaitu kulit buah kakao, daun kakao, jerami padi, dan sekam padi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa isolat yang paling bagus pertumbuhannya pada media MPA yaitu isolat A, B, C, D, E, dan KSD, dan pada media organik yaitu isolat JM dan MKS. Pada tahap pengujian analisis kandungan lignin, selulosa, dan hemiselulosa, komponen hemiselulosa yang mengalami penurunan paling tinggi. Isolat yang paling unggul dalam menurunkan kandungan hemiselulosa adalah isolat E pada sekam padi (77,48 %), selulose oleh isolat E pada daun kakao (33,11 %), sedangkan lignin, sampai 30 hari setelah inokulasi belum memperlihatkan penurunan yang signifikan.
540 $a#RIGHTS#
546 $aBahasa Indonesia
650 # $a Bahan organik Kulit Kakao,
650 # # $a Daun kakao,
650 # # $a Isolat Jamur Pelapuk,
650 # # $a Jerami padi,
650 # # $a Sekam Padi,
655 0 $adc_document$2local
700 0 # $a Prof. Dr. Ir. Tutik Kuswinanti, M.Sc. Dr. Ir. Nur Amin, Dipl. Ing-Agr.
786 0 $n#SOURCE_URL#
787 0 $n12014-09-15 15:15:34--rosmiati-7935-1-13-ros-i.pdf./files/disk1/159/--rosmiati-7935-1-13-ros-i.pdf/download.php?id=789513 - ROSMIATI.pdfapplication/pdf1066306
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 --rosmiati-7935-1-13-ros-i.pdf pdf Download
Content Unduh katalog