Cite This        Tampung        Export Record
Judul KONSUMSI MAKANAN SUMBER HEME DAN NON HEME DENGAN KADAR HB REMAJA PUTRI SMA 10 MAKASSAR TAHUN 2014
Pengarang NURHIDAYAH HUSNAH K21110251
#CONTRIBUTOR#
Penerbitan #PUBLISHER# 2014
ISMN --nurhidayah-6661
/Skripsi/Kesehatan Masyarakat / Public Health/Ilmu Gizi/
Subjek heme, non heme , kadar Hb
Abstrak World Health Organisation (WHO) Regional Office South East Asia Region Organisation (SEARO) menyatakan bahwa 25-40% remaja putri menjadi penderita anemia defisiensi zat besi tingkat ringan sampai berat di Asia Tenggara. Berdasarkan riskesdas 2013, anemia di Indonesia sebesar 21,7%. Untuk perempuan sebesar 23,9% dan untuk usia 15-24 tahun terdapat sebesar 18,4% yang menderita anemia.Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional yaitu dengan melakukan pengukuran variabel kadar terikat yaitu Hb remaja putri. Sedangkan variabel bebas yaitu total konsumsi Fe, total konsumsi Heme, total konsumsi Non Heme dan tingkat ketersediaan Fe, yang menjadi sampel penelitian adalah remaja putri kelas X dan XI di SMAN 10 Makassar dengan jumlah sampel 148 orang. Sampel diambil dengan metode proporsional random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data asupan responden diperoleh dengan metode recall 24 jam 3 hari berulang (2 hari kerja dan 1 hari weekend).Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubunga bermakna antara konsumsi Fe dengan kadar Hb p = 0,934, tidak ada hubungan bermakna antara konsumsi heme terhadap kadar Hb p = 0,878, tidak ada hubungan bermakna antara konsumsi non heme terhadap kadar Hb p = 0,441 dan tidak ada hubungan bermakna antara tingkat ketersediaan Fe dengan kadar Hb p = 0,724. Kesimpulan dari penelitian bahwa tidak ada hubungan konsumsi Fe, konsumsi heme, konsumsi non heme dan tingkat ketersediaan Fe terhadap kadar Hb remaja putri. Penelitian ini menyarankan adanya pemeriksaan ferritin dan penggunaan recall 24 jam 7 hari berturut-turut untuk menggambarkan asupan responden.Daftar Pustaka : 51 (1990-2013)Kata Kunci : heme, non heme , kadar Hb.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000006217
005 20170502051745
008 170502||||||||| | ||| |||| ||ind||
024 0 $a--nurhidayah-6661
024 0 $a/Skripsi/Kesehatan Masyarakat / Public Health/Ilmu Gizi/
035 0010-0517006217
041 $a ind
042 $adc
100 0 $a NURHIDAYAH HUSNAH K21110251
245 0 0 $a KONSUMSI MAKANAN SUMBER HEME DAN NON HEME DENGAN KADAR HB REMAJA PUTRI SMA 10 MAKASSAR TAHUN 2014
246 0 $a-2014
260 $b #PUBLISHER# $c 2014
520 $a World Health Organisation (WHO) Regional Office South East Asia Region Organisation (SEARO) menyatakan bahwa 25-40% remaja putri menjadi penderita anemia defisiensi zat besi tingkat ringan sampai berat di Asia Tenggara. Berdasarkan riskesdas 2013, anemia di Indonesia sebesar 21,7%. Untuk perempuan sebesar 23,9% dan untuk usia 15-24 tahun terdapat sebesar 18,4% yang menderita anemia.Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional yaitu dengan melakukan pengukuran variabel kadar terikat yaitu Hb remaja putri. Sedangkan variabel bebas yaitu total konsumsi Fe, total konsumsi Heme, total konsumsi Non Heme dan tingkat ketersediaan Fe, yang menjadi sampel penelitian adalah remaja putri kelas X dan XI di SMAN 10 Makassar dengan jumlah sampel 148 orang. Sampel diambil dengan metode proporsional random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data asupan responden diperoleh dengan metode recall 24 jam 3 hari berulang (2 hari kerja dan 1 hari weekend).Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubunga bermakna antara konsumsi Fe dengan kadar Hb p = 0,934, tidak ada hubungan bermakna antara konsumsi heme terhadap kadar Hb p = 0,878, tidak ada hubungan bermakna antara konsumsi non heme terhadap kadar Hb p = 0,441 dan tidak ada hubungan bermakna antara tingkat ketersediaan Fe dengan kadar Hb p = 0,724. Kesimpulan dari penelitian bahwa tidak ada hubungan konsumsi Fe, konsumsi heme, konsumsi non heme dan tingkat ketersediaan Fe terhadap kadar Hb remaja putri. Penelitian ini menyarankan adanya pemeriksaan ferritin dan penggunaan recall 24 jam 7 hari berturut-turut untuk menggambarkan asupan responden.Daftar Pustaka : 51 (1990-2013)Kata Kunci : heme, non heme , kadar Hb.
540 $a#RIGHTS#
546 $aBahasa Indonesia
650 0 $a heme, non heme , kadar Hb
655 0 $adc_document$2local
655 0 $as1$2local
700 0 $a #CONTRIBUTOR#
786 0 $n#SOURCE#
786 0 $n#SOURCE_URL#
787 0 $n1
787 0 $n12014-07-16 11:02:51--nurhidayah-6661-1-14-nurhi-h.pdf./files/disk1/134/--nurhidayah-6661-1-14-nurhi-h.pdf/download.php?id=663014-NURHIDAYAH HUSNAH.pdfapplication/pdf1167441
787 0 $n12014-07-16 11:02:51--nurhidayah-6661-1-14-nurhi-h.pdf./files/disk1/134/--nurhidayah-6661-1-14-nurhi-h.pdf/download.php?id=663014-NURHIDAYAH HUSNAH.pdfapplication/pdf1167441
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 --nurhidayah-6661-1-14-nurhi-h.pdf pdf Baca Online
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :
ANALISIS PENGARUH KREDIT MIKRO TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO DI SULAWESI TENGGARA : Analysis of microcredit effect on poverty alleviation through microenterprise development in South East Sulawesi / MUH. YANI BALAKA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA INSPEKTORAT KOTA MAKASSAR BERDASARKAN PERSEPSI PEGAWAINYA ANALISIS KESESUAIAN KEMAMPUAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR DENGAN PERSYARATAN JABATAN DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG : An Analysis On The Suitability Between Official Human Resources And Position Requirements In Sidenreng Rappang Regency / ANDI NILWANA PILIHAN MODA PETE-PETE DAN OJEK DI KOTA MAJENE SULAWESI BARAT : THE CHOICE OF MODES PETE-PETE AND OJEK IN MAJENE TOWN WEST SULAWESI BARAT / WAHYUNI PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN JALAN DI KECAMATAN MANDONGA KOTA KENDARI : Determination of Handling Priority of Road in Mandonga District of Kendari City / JANY Show More