Cite This        Tampung        Export Record
Judul PELAFALAN MAHASISWA PADA FONEM SIBILAN BAHASA INGGRIS (STUDI KASUS PADA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE)
Pengarang SITI HAJAR
Penerbitan 2011
ISMN --sitihajar-400
/Tesis/Ilmu Budaya / Culture Science/
Subjek English Language Studies
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengamati sejauh mana kemampuan mahasiswa melafalkan bunyi-bunyi sibilant dan mendeskripsikan teknikteknik yang digunakan oleh pengajar yang dapat membantu mahasiswa melafalkan bunyi sibilant. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Parepare (FKIP UMPAR). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan cara mengobservasi kemampuan mahasiswa melafalkan bunyi sibilant dan teknik yang digunakan oleh pengajar yang dapat membantu mahasiswa. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik kluster acak. Data dianalisa dalam bentuk persentase untuk memperoleh nilai rata-rata dari bunyi target yang dihasilkan.; hasil kuesioner ditabulasikan dan dianalisa. Berdasarkan hasil observasi, disimpulkan : 1) Hasil pelafalan fonem sibilant menunjukkan: Responden mudah melafalkan bunyi /s/, responden sulit melafalkan bunyi /z/, /?/ and /?/; dari tiga jenis task, keakuratan pelafalan responden cenderung menurun. Responden dapat melafalkan bunyi target pada bentuk daftar kata, selanjutnya keakuratan berkurang pada bentuk kalimat dan paragraph, Ketika melafalkan bunyi alveolar sibilant, responden cenderung mempertukarkan ke palato-alveolar sibilant, atau dari bunyi voiced ke voiceless; sebagian responden dapat mengaplikasikan latar belakang pengetahuan sehingga dapat melafalkan bunyi dengan baik; 2) Teknik pengajar dalam melafalkan sibilant yakni : mengajarkan symbol bunyi yang masih asing, kemudian memilih salah satu bunyi dan mengajarkan pada mahasiswa cara melafalkan bunyi dengan benar ; mengajak mahasiswa berlatih melafalkan bunyi secara komunikatif; menggunakan learner-centered approach; meminta mahasiswa mencari beberapa kata dalam kamus dan melafalkan secara berpasangan; memperlihatkan gambar organ bicara kepada mahasiswa untuk menuntun mereka dalam membedakan tempat dan cara artikulasi ketika melafalkan bunyi sibilant; teknik yang digunakan pengajar tidak membantu siswa secara maksimal melafalkan bunyi /z/, /?/ dan /?/. Hal tersebut disebabkan oleh pengaruh bahasa ibu dari para siswa dan keterbatasan pengetahuan mereka tentang bagaimana mengartikulasikan bunyi dengan benar.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000000394
005 20170501231042
008 170501||||||||| | ||| |||| ||ind||
024 0 $a--sitihajar-400
024 0 $a/Tesis/Ilmu Budaya / Culture Science/
035 0010-0517000394
041 $a ind
042 $adc
100 0 $a SITI HAJAR
245 0 0 $a PELAFALAN MAHASISWA PADA FONEM SIBILAN BAHASA INGGRIS (STUDI KASUS PADA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE)
246 0 $aSTUDENTSÂ’ PRODUCTION OF ENGLISH SIBILANT PHONEMES (A CASE STUDY OF FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN OF UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE)
260 $c 2011
520 $a Penelitian ini bertujuan untuk mengamati sejauh mana kemampuan mahasiswa melafalkan bunyi-bunyi sibilant dan mendeskripsikan teknikteknik yang digunakan oleh pengajar yang dapat membantu mahasiswa melafalkan bunyi sibilant. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Parepare (FKIP UMPAR). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan cara mengobservasi kemampuan mahasiswa melafalkan bunyi sibilant dan teknik yang digunakan oleh pengajar yang dapat membantu mahasiswa. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik kluster acak. Data dianalisa dalam bentuk persentase untuk memperoleh nilai rata-rata dari bunyi target yang dihasilkan.; hasil kuesioner ditabulasikan dan dianalisa. Berdasarkan hasil observasi, disimpulkan : 1) Hasil pelafalan fonem sibilant menunjukkan: Responden mudah melafalkan bunyi /s/, responden sulit melafalkan bunyi /z/, /?/ and /?/; dari tiga jenis task, keakuratan pelafalan responden cenderung menurun. Responden dapat melafalkan bunyi target pada bentuk daftar kata, selanjutnya keakuratan berkurang pada bentuk kalimat dan paragraph, Ketika melafalkan bunyi alveolar sibilant, responden cenderung mempertukarkan ke palato-alveolar sibilant, atau dari bunyi voiced ke voiceless; sebagian responden dapat mengaplikasikan latar belakang pengetahuan sehingga dapat melafalkan bunyi dengan baik; 2) Teknik pengajar dalam melafalkan sibilant yakni : mengajarkan symbol bunyi yang masih asing, kemudian memilih salah satu bunyi dan mengajarkan pada mahasiswa cara melafalkan bunyi dengan benar ; mengajak mahasiswa berlatih melafalkan bunyi secara komunikatif; menggunakan learner-centered approach; meminta mahasiswa mencari beberapa kata dalam kamus dan melafalkan secara berpasangan; memperlihatkan gambar organ bicara kepada mahasiswa untuk menuntun mereka dalam membedakan tempat dan cara artikulasi ketika melafalkan bunyi sibilant; teknik yang digunakan pengajar tidak membantu siswa secara maksimal melafalkan bunyi /z/, /?/ dan /?/. Hal tersebut disebabkan oleh pengaruh bahasa ibu dari para siswa dan keterbatasan pengetahuan mereka tentang bagaimana mengartikulasikan bunyi dengan benar.
540 $a
546 $aBahasa Indonesia
650 0 $a English Language Studies
655 0 $adc_document$2local
655 0 $as2$2local
786 0 $n
786 0 $n
787 0 $n
787 0 $n
787 0 $n0
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 --sitihajar-400-1-ps0409.pdf pdf Baca Online
Content Unduh katalog
 
Karya Terkait :