Cite This        Tampung        Export Record
Judul KONFLIK SOSIAL MAHASISWA PAPUA DI YOGYAKARTA / SULAEMAN
Pengarang SULAEMAN
EDISI Skripsi
Penerbitan Universitas Hasanuddin : Fak.Ilmu Sosial dan Politik, 2017
Deskripsi Fisik 147 hlm :Ilus.
Subjek konflik
integrasi
pelanggaran HAM,
Abstrak Konflik sosial mahasiswa Papua di Yogyakarta melibatkan ormas, aparat, pemerintah dengan mahasiswa Papua di Asrama kamasan I Jl. Kusumanegara, konflik yang awalnya laten tersebut, berubah menjadi manifest pada tanggal 14 Juli 2016 lalu, konflik ini sejatinya disebabkan oleh kompleks persoalan dan permasalahan yang hadir sebelum sebelumnya. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang melatar belakangi terjadinya konflik, serta bagaimana proses meluasnya eskalasi konflik, dan bagaimana penanganan atau resolusi konflik di asrama kamasan I Jl.Kusumanegara Yogyakarta . Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari warga setempat, mahasiswa Papua, aparat pemerintah, dan kalangan ormas yang terlibat atau mengetahui banyak soal kasus konflik tersebut. Pendekatan yang dipakai penulis dalam penelitian ini deskriptif kulitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi di Yogyakarta disebabkan oleh multi faktor yang berujung manifest

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000001254 SKR-S17 SUL k Baca di tempat Perpustakaan Pusat - Koleksi Khusus Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000037355
005 20180313010342
035 # # $a 0010-0318000196
084 # # $a SKR-S17 SUL k
100 0 # $a SULAEMAN
245 1 # $a KONFLIK SOSIAL MAHASISWA PAPUA DI YOGYAKARTA /$c SULAEMAN
250 # # $a Skripsi
260 # # $a Universitas Hasanuddin :$b Fak.Ilmu Sosial dan Politik,$c 2017
300 # # $a 147 hlm : $b Ilus.
520 # # $a Konflik sosial mahasiswa Papua di Yogyakarta melibatkan ormas, aparat, pemerintah dengan mahasiswa Papua di Asrama kamasan I Jl. Kusumanegara, konflik yang awalnya laten tersebut, berubah menjadi manifest pada tanggal 14 Juli 2016 lalu, konflik ini sejatinya disebabkan oleh kompleks persoalan dan permasalahan yang hadir sebelum sebelumnya. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang melatar belakangi terjadinya konflik, serta bagaimana proses meluasnya eskalasi konflik, dan bagaimana penanganan atau resolusi konflik di asrama kamasan I Jl.Kusumanegara Yogyakarta . Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari warga setempat, mahasiswa Papua, aparat pemerintah, dan kalangan ormas yang terlibat atau mengetahui banyak soal kasus konflik tersebut. Pendekatan yang dipakai penulis dalam penelitian ini deskriptif kulitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi di Yogyakarta disebabkan oleh multi faktor yang berujung manifest pada puncak perayaan penentuan pendapat rakyat (PEPERA) ke 40 di Asrama Kamasan I Papua. Selain faktor sejarah dan adanya upaya gugatan sekaligus dukungan untuk sikap pembebasan irian barat tersebut, konflik mahasiswa Papua di Yogyakarta juga dipicu atas adanya stigma, tindakan diskriminatif, hingga dugaan pelanggaran HAM menjadi akumulasi sebab. Namun uniknya, di satu sisi dalam penelitian ini juga tetap menunjukkan adanya proses integrasi dan akomodasi sosial yang terjalin antara orang Papua dan Masyarakat Yogyakarta khsusunya yang berada di sekitaran asrama Papua kamasan I Miliran Jl. Kusumanegara. Penanganan konflik yang dilakukan hingga melibatkan andilnya kepala daerah dan anggota dewan masing masing, serta para pihak yang bertikai dan andilnya pemerintah pusat dalam hal ini KOMNAS HAM, menunjukkan konflik ini tergolong serius. Upaya-upaya sebelumnya yang dianggap masih minim dan belum menghapus dan menghilangkan konflik laten dan ketegangan-ketegangan di tataran grass rood, dan secara keseluruhan yang bisa berujung sewaktu waktu, dan bergulir kembali menjadi konflik manifest di Yogyakarta
650 # # $a integrasi
650 # # $a konflik
650 # # $a pelanggaran HAM,
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 17_E41113301(FILEminimizer).pdf pdf Download
Content Unduh katalog