Cite This        Tampung        Export Record
Judul PERGESERAN MAKNA TRADISI KALOMBA BAGI KOMUNITAS KAJANG DALAM TANAH TOA DI BULUKUMBA (Studi Kasus Kawasan adat Tanah Toa dusun Sobbu KecamatanKajang Kabupaten Bulukumba) / LISA INDAH SARI SYAM
Pengarang LISA INDAH SARI SYAM
EDISI Skripsi
Penerbitan Universitas Hasanuddin : Fak.Ilmu Sosial dan Politik, 2017
Deskripsi Fisik 138 hlm.
Subjek Tradisi Kalomba
Komunitas Kajang
Abstrak KALOMBA bagi suku kajang adalah salah satu prosesi adat yang diperuntukkan bagi anak-anak suku kajang dengan tujuan menghilangkan sial dan penyakit turunan dari leluhurnya. Prosesi adat kalomba memiliki aturan dan tahapan yang sudah ada dan diikuti oleh suku Kajang sejak ratusan tahun yang silam. Pesta adat kalomba pada saat ini sudah jauh melenceng dari tujuan sebenarnya. Karena pada saat pesta adat kalomba dilaksanakan maka pihak keluarga akan melaksanakan resepsi besar besaran serta dan mengundang sanak family, kenalan dan orang sekampung untuk menghadiri acara terebut, fenomena tersebut menjadi dasar penelitian karena ingin mengetahui hakikat sebenarnya dari tradisi kalomba. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai perubahan makna tradisi kalomba, bagaimana makna tradisi Kalomba dalam mengatasi disintegrasi sosial, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran makna tradisi kalomba, Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data y

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000001253 SKR-S17 LIS p Baca di tempat Perpustakaan Pusat - Koleksi Khusus Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000037354
005 20180313125738
035 # # $a 0010-0318000195
084 # # $a SKR-S17 LIS p
100 0 # $a LISA INDAH SARI SYAM
245 1 # $a PERGESERAN MAKNA TRADISI KALOMBA BAGI KOMUNITAS KAJANG DALAM TANAH TOA DI BULUKUMBA (Studi Kasus Kawasan adat Tanah Toa dusun Sobbu KecamatanKajang Kabupaten Bulukumba) /$c LISA INDAH SARI SYAM
250 # # $a Skripsi
260 # # $a Universitas Hasanuddin :$b Fak.Ilmu Sosial dan Politik,$c 2017
300 # # $a 138 hlm.
520 # # $a KALOMBA bagi suku kajang adalah salah satu prosesi adat yang diperuntukkan bagi anak-anak suku kajang dengan tujuan menghilangkan sial dan penyakit turunan dari leluhurnya. Prosesi adat kalomba memiliki aturan dan tahapan yang sudah ada dan diikuti oleh suku Kajang sejak ratusan tahun yang silam. Pesta adat kalomba pada saat ini sudah jauh melenceng dari tujuan sebenarnya. Karena pada saat pesta adat kalomba dilaksanakan maka pihak keluarga akan melaksanakan resepsi besar besaran serta dan mengundang sanak family, kenalan dan orang sekampung untuk menghadiri acara terebut, fenomena tersebut menjadi dasar penelitian karena ingin mengetahui hakikat sebenarnya dari tradisi kalomba. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai perubahan makna tradisi kalomba, bagaimana makna tradisi Kalomba dalam mengatasi disintegrasi sosial, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran makna tradisi kalomba, Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi dengan kriteria yang ditetapkan yakni subjek adalah Kepala suku Kajang dalam Tanah Toa (Ammatoa) Pemangku adat Kajang dalam Tanah Toa Orang yang mengurus dalam bidang keagamaan dalam hal ini pembaca Doa, pada acara adat dalam kegiatan keluarga seperti Pesta, acara kematian mulai dari disembayangi sampai seratus harinya (A’dangan) yaitu kali (Sara’) serta masyarakat setempat yang telah melakukan tradisi kalomba secara turun temurun. Hasil penelitian mengungkap bahwa Tradisi Kalomba merupakan upacara adat yang diselenggarakan untuk melepaskan sumpah dari ibu mertua Karaeng Padulu Daeng Soreang Terhadap cucunya serta untuk menggembirakan atas kembalinya Darra terhadap cucunya. Makna tradisi kalomba dalam kebudayaan di Kawasan adat Tanah Toa kajang mengalami perubahan adapun yang terjadi pada tradisi ini iyalah, Pada kenyataannya saat ini terdapat penyimpangan sejarah, yang pertama, pada umumnya orang dikalomba dalam hal persiapan makanan dan buah-buahan dipersiapkan oleh kakek-nenek dari pihak laki-laki atau garis bapak, pada hal dari asal sejarahnya yang menyiapkan adalah nenek dari pihak perempuan atau garis ibunya. Kedua, tidak semua orang kajang mewarisi pesta kalomba yang akhir-akhir ini semakin ramai dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat Kajang dalam atau luar, dan ketiga jika mengikuti sejarah awal kalomba di Kajang, yang mewarisi hanya orang yang asal usulnya berasal dari turunan tau annanga di Batupajjara dan keturunan tau salapanga di Kajang atau Kekkesea
650 # # $a Komunitas Kajang
650 # # $a Tradisi Kalomba
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 17_E41113018(FILEminimizer).pdf pdf Download
Content Unduh katalog