Cite This        Tampung        Export Record
Judul “HUBUNGAN STATUS GIZI, KONDISI PENYAKIT DAN KEBAHAGIAAN TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUDIANG RAYA KOTA MAKASSAR TAHUN 2016”
Pengarang PUSPA DEWI TRIANINGSIH
Penerbitan 2016
ISMN --puspadewit-31388
/Skripsi/Kesehatan Masyarakat / Public Health/Ilmu Gizi/
Subjek Lansia, Kebahagiaan, Kualitas Hidup
Abstrak Keberhasilan pembangunan dalam bidang kesehatan secara tidak langsungmenurunkan angka kesakitan dan kematian penduduk, serta meningkatkan usiaharapan hidup. Keadaan ini menyebabkan jumlah populasi lanjut usia (lansia)semakin besar. Quality of Life (QOL) adalah istilah yang digunakan untuk mengukurkesejahteraan. Namun, semakin bertambahnya usia mengakibatkan kualitas hiduplansia terus menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganstatus gizi, kondisi penyakit, dan kebahagiaan terhadap kualitas hidup pada lansia diWilayah Kerja Puskesmas Sudiang Raya Kota Makassar.Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian CrossSectional. Populasinya adalah penduduk berusia 60-75 tahun di wilayah kerjaPuskesmas Sudiang Raya yaitu sebanyak 322 jiwa dan sampel berjumlah 52 orangdengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulandata dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan data primer. Kemudiandianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lansia di wilayah kerja PuskesmasSudiang Raya memiliki status gizi kurus sebanyak 13 responden (25%), status gizinormal sebanyak 26 responden (50%) dan status gizi gemuk sebanyak 13 responden(25%). Untuk kondisi penyakit lansia yaitu sebanyak 27 responden (51,9%)menderita penyakit dan 35 responden (67,3%) memiliki keluhan sakit. Kebahagiaanlansia di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Raya yaitu sebanyak 44 responden(84,6%) merasa bahagia. Sedangkan kualitas hidup lansia yaitu sebanyak 49responden (94,2%) memiliki kualitas hidup baik. Tidak terdapat hubungan antarastatus gizi dan kualitas hidup secara statistik hal ini ditandai dengan nilai p=1,000(p>0,05). Namun pada lansia dengan status malnutrisi paling banyak memilikikualitas hidup buruk. Tidak terdapat hubungan antara kondisi penyakit dan kualitashidup hal ini ditandai dengan nilai p=1,000 (p>0,05) pada uji penyakit (diagnosis)dan p=0,542 (p>0.05) pada uji keluhan sakit, dan terdapat hubungan antarakebahagiaan dan kualitas hidup hal ini ditandai dengan nilai p=0,003 (p<0,05).Penelitian ini menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenaifaktor-faktor penyebab malnutrisi, penyakit, dan kebahagiaan pada lansia perempuan
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000029504
005 20170503164647
008 170503||||||||| | ||| |||| ||ind||
024 0 $a--puspadewit-31388
024 0 $a/Skripsi/Kesehatan Masyarakat / Public Health/Ilmu Gizi/
035 0010-0517029504
041 $a ind
042 $adc
100 0 $a PUSPA DEWI TRIANINGSIH
245 0 0 $a “HUBUNGAN STATUS GIZI, KONDISI PENYAKIT DAN KEBAHAGIAAN TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUDIANG RAYA KOTA MAKASSAR TAHUN 2016”
246 0 $a2016
260 $c 2016
520 $a Keberhasilan pembangunan dalam bidang kesehatan secara tidak langsungmenurunkan angka kesakitan dan kematian penduduk, serta meningkatkan usiaharapan hidup. Keadaan ini menyebabkan jumlah populasi lanjut usia (lansia)semakin besar. Quality of Life (QOL) adalah istilah yang digunakan untuk mengukurkesejahteraan. Namun, semakin bertambahnya usia mengakibatkan kualitas hiduplansia terus menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganstatus gizi, kondisi penyakit, dan kebahagiaan terhadap kualitas hidup pada lansia diWilayah Kerja Puskesmas Sudiang Raya Kota Makassar.Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian CrossSectional. Populasinya adalah penduduk berusia 60-75 tahun di wilayah kerjaPuskesmas Sudiang Raya yaitu sebanyak 322 jiwa dan sampel berjumlah 52 orangdengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulandata dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan data primer. Kemudiandianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lansia di wilayah kerja PuskesmasSudiang Raya memiliki status gizi kurus sebanyak 13 responden (25%), status gizinormal sebanyak 26 responden (50%) dan status gizi gemuk sebanyak 13 responden(25%). Untuk kondisi penyakit lansia yaitu sebanyak 27 responden (51,9%)menderita penyakit dan 35 responden (67,3%) memiliki keluhan sakit. Kebahagiaanlansia di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Raya yaitu sebanyak 44 responden(84,6%) merasa bahagia. Sedangkan kualitas hidup lansia yaitu sebanyak 49responden (94,2%) memiliki kualitas hidup baik. Tidak terdapat hubungan antarastatus gizi dan kualitas hidup secara statistik hal ini ditandai dengan nilai p=1,000(p>0,05). Namun pada lansia dengan status malnutrisi paling banyak memilikikualitas hidup buruk. Tidak terdapat hubungan antara kondisi penyakit dan kualitashidup hal ini ditandai dengan nilai p=1,000 (p>0,05) pada uji penyakit (diagnosis)dan p=0,542 (p>0.05) pada uji keluhan sakit, dan terdapat hubungan antarakebahagiaan dan kualitas hidup hal ini ditandai dengan nilai p=0,003 (p<0,05).Penelitian ini menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenaifaktor-faktor penyebab malnutrisi, penyakit, dan kebahagiaan pada lansia perempuan
540 $aCopyright Â(c) 2001 by . Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.
546 $aBahasa Indonesia
650 0 $a Lansia, Kebahagiaan, Kualitas Hidup
655 0 $adc_document$2local
655 0 $as1$2local
786 0 $n
786 0 $n
787 0 $n
787 0 $n
787 0 $n0
Content Unduh katalog