Cite This        Tampung        Export Record
Judul BAHASA PUITIK DALAM CATATAN PINGGIR GOENAWAN MOHAMAD (Sebuah Analisis Jurnalistik Sastra)
Pengarang MUHAMMAD TAUFIK
Penerbitan 2015
ISMN --muhammadta-21288
/Tesis/Ilmu Budaya / Culture Science/
Subjek English Language Studies
Abstrak Penelitian ini bertujuan menjelaskan pola lingusitik yang digunakanoleh Goenawan Mohamad dalam Catatan Pinggir yang menciptakan satujenis bahasa puitik yang secara estetika menjadikan karya ini satukesatuan artistik secara menyeluruh/terpadu.Penelitian ini bersifat deskriptif dan kualitatif menggunakanpendekatan berbasis bahasa dan jurnalistik sastra. Sampel penelitian dariberbagai kumpulan Catatan Pinggir 2 Goenawan Mohamad yangdipublikasikan dalam majalah Tempo. Sampel ada lima yakni Dari 17Oktober, Gajah Amerika, 1.600 Bangau, politik Sebagai Panglima danMing. Sampel dianalisis untuk menunjukkan bahasa puitik yang adadalam karya tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Catatan Pinggir GoenawanMohamad, pola linguistik tampa terbentuk pada setiap esai. Hal itu dapatdiketahui sebagai berikut, pola linguistik ditunjukkan pada esai V (28), I(27), II (25), III (18), dan IV (14), secara berurutan. Sementara, bahasapuitik diketahui bahwa yang terbanyak ada pada esai III (20), V (19), II(15), IV (15) dan I (8). Secara keseluruhan, dapat diketahui bahwa padasetiap esai nilai pola linguistik dan bahasa puitik terbanyak ditunjukkanpada esai V (47), II (40), III (38), I (35) dan IV (29) secara berurutan.Penelitian Catatan Pinggir yang menggunakan linguistic-based approachmembuktikan bahwa pola linguistik terbanyak digunakan adalah katakongkrit dalam setiap esai, kemudian imajinasi, sugestif, penyimpangansemantik dan register, secara berurutan. Sementara penggunaanterbanyak bahasa puitik adalah komparasi, personifikasi, hiperbola,metapora, sinekdot dan ironi, secara berurutan. Ini terbukti bahwa dalammenunjukkan fakta-fakta berita melalui Catatan Pinggir lebihmemposisikan dirinya sebagai seorang penyair dibandingkan sebagaiseorang jurnalis.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000019803
005 20170502215852
008 170502||||||||| | ||| |||| ||ind||
024 0 $a--muhammadta-21288
024 0 $a/Tesis/Ilmu Budaya / Culture Science/
035 0010-0517019803
041 $a ind
042 $adc
100 0 $a MUHAMMAD TAUFIK
245 0 0 $a BAHASA PUITIK DALAM CATATAN PINGGIR GOENAWAN MOHAMAD (Sebuah Analisis Jurnalistik Sastra)
246 0 $aPOETIC LANGUAGE IN GOENAWAN MOHAMADÂ’S CATATAN PINGGIR (A Literary Journalism Analysis)2012
260 $c 2015
520 $a Penelitian ini bertujuan menjelaskan pola lingusitik yang digunakanoleh Goenawan Mohamad dalam Catatan Pinggir yang menciptakan satujenis bahasa puitik yang secara estetika menjadikan karya ini satukesatuan artistik secara menyeluruh/terpadu.Penelitian ini bersifat deskriptif dan kualitatif menggunakanpendekatan berbasis bahasa dan jurnalistik sastra. Sampel penelitian dariberbagai kumpulan Catatan Pinggir 2 Goenawan Mohamad yangdipublikasikan dalam majalah Tempo. Sampel ada lima yakni Dari 17Oktober, Gajah Amerika, 1.600 Bangau, politik Sebagai Panglima danMing. Sampel dianalisis untuk menunjukkan bahasa puitik yang adadalam karya tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Catatan Pinggir GoenawanMohamad, pola linguistik tampa terbentuk pada setiap esai. Hal itu dapatdiketahui sebagai berikut, pola linguistik ditunjukkan pada esai V (28), I(27), II (25), III (18), dan IV (14), secara berurutan. Sementara, bahasapuitik diketahui bahwa yang terbanyak ada pada esai III (20), V (19), II(15), IV (15) dan I (8). Secara keseluruhan, dapat diketahui bahwa padasetiap esai nilai pola linguistik dan bahasa puitik terbanyak ditunjukkanpada esai V (47), II (40), III (38), I (35) dan IV (29) secara berurutan.Penelitian Catatan Pinggir yang menggunakan linguistic-based approachmembuktikan bahwa pola linguistik terbanyak digunakan adalah katakongkrit dalam setiap esai, kemudian imajinasi, sugestif, penyimpangansemantik dan register, secara berurutan. Sementara penggunaanterbanyak bahasa puitik adalah komparasi, personifikasi, hiperbola,metapora, sinekdot dan ironi, secara berurutan. Ini terbukti bahwa dalammenunjukkan fakta-fakta berita melalui Catatan Pinggir lebihmemposisikan dirinya sebagai seorang penyair dibandingkan sebagaiseorang jurnalis.
540 $a
546 $aBahasa Indonesia
650 0 $a English Language Studies
655 0 $adc_document$2local
655 0 $as2$2local
786 0 $n
786 0 $n
787 0 $n
787 0 $n
787 0 $n0
Content Unduh katalog