Cite This        Tampung        Export Record
Judul PENERAPAN FORWARD MODELING 2D DAN PSEUDO 3D UNTUK MENDETEKSI ANOMALI MODEL GEOLOGI DENGAN METODA GEOLISTRIK
Pengarang S U L F I A N
Penerbitan 2015
ISMN --sulfian-13662
/Skripsi/MIPA / Science/Geofisika/
Subjek Forward modeling, Konfigurasi wenner , Konfigurasi wenner - schlumberger , Model geologi , dan Pseudo 3D
Abstrak Pemilihan konfigurasi akan menentukan kualitas pencitraan bawah permukaanjuga akan menentukan efektifitas dan efisiensi dari suatu survey lapangan. Untukitu dilakukan eksperimen dengan menggunakan model sintetikforward modelingyang kemudian diuji dengan data lapangan berdasarkan model geologi yangdibuat menggunakan konfigurasi wenner dan wenner-schlumberger. hasilnyamenunjukan sensitivitas kedua konfigurasi dalam mendeteksi anomali yang sama,akan tetapi pada konfigurasi schlumberger anomali lebih ditonjolkandibandingkan dengan konfigurasi schlumberger baik pada data sintetik maupunpada data lapangan. Perbedaan dari hasil inversi pada data sintetik dengan datapengukuran adalah model sintetik bersifat homogen isotropis sedangkan modelgeologi bersifat heterogen anisotropis, kemudian dibuat pseudo 3D dari profil 2Dyang akan membantu interpretasi dari model sintetik maupun model geologi
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000012799
005 20170502133905
008 170502||||||||| | ||| |||| ||ind||
024 0 $a--sulfian-13662
024 0 $a/Skripsi/MIPA / Science/Geofisika/
035 0010-0517012799
041 $a ind
042 $adc
100 0 $a S U L F I A N
245 0 0 $a PENERAPAN FORWARD MODELING 2D DAN PSEUDO 3D UNTUK MENDETEKSI ANOMALI MODEL GEOLOGI DENGAN METODA GEOLISTRIK
246 0 $a-2012
260 $c 2015
520 $a Pemilihan konfigurasi akan menentukan kualitas pencitraan bawah permukaanjuga akan menentukan efektifitas dan efisiensi dari suatu survey lapangan. Untukitu dilakukan eksperimen dengan menggunakan model sintetikforward modelingyang kemudian diuji dengan data lapangan berdasarkan model geologi yangdibuat menggunakan konfigurasi wenner dan wenner-schlumberger. hasilnyamenunjukan sensitivitas kedua konfigurasi dalam mendeteksi anomali yang sama,akan tetapi pada konfigurasi schlumberger anomali lebih ditonjolkandibandingkan dengan konfigurasi schlumberger baik pada data sintetik maupunpada data lapangan. Perbedaan dari hasil inversi pada data sintetik dengan datapengukuran adalah model sintetik bersifat homogen isotropis sedangkan modelgeologi bersifat heterogen anisotropis, kemudian dibuat pseudo 3D dari profil 2Dyang akan membantu interpretasi dari model sintetik maupun model geologi
540 $a
546 $aBahasa Indonesia
650 0 $a Forward modeling, Konfigurasi wenner , Konfigurasi wenner - schlumberger , Model geologi , dan Pseudo 3D
655 0 $adc_document$2local
655 0 $as1$2local
786 0 $n
786 0 $n
787 0 $n
787 0 $n
787 0 $n0
Content Unduh katalog