Peranan Ekstrak Kulit Telur, Daun Gamal, Bonggol Pisang Sebagai Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai & Populasi Aphis Craccivora pada Fase Vegetatif / ANDI RYAN ADITYA Prof. Dr. Ir. Itji Diana Daud. M.S Dr. Ir Melina, MP text local dc_document Universitas Hasanuddin : Fak. Pertanian, 2013 | Cabai merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi. Produksi cabai sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sedangkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman ditentukan oleh kesuburan tanah dan perlindungan dari serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penelitian ini dilakukan untuk menhetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit telur, daun gamal, dan bonggol pisang pada perakaran terhadap pertumbuhan tanamana cabai dan populasi Aphis craccivora. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Perlakuan terdiri dari 4 formula ekstrak (ekstrak kulit telur, ekstrak daun gamal, ekstrak bonggol pisang dan campuran antara ekstrak kulit telur, ekstrak daun gamal dan ekstrak bonggol pisang). Pada setiap perlakuan tanaman cabai diinfestasikan Aphis craccivora sebanyak 5 ekor kemudian disungkup dengan polybag secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman cabai dengan perlakuan pupuk organic ekstrak daun gamal memiliki populasi A. craccivora paling rendah yaitu 93,8 ekor dan menghasilkan daun yang paling banyak yaitu 31,4 cm. Eggshell extract, Gamal leaf extract, Banana cob extract, Aphis craccivora, Chili plants #RIGHTS#