02286 2200217 4500001002100000005001500021035002000036245015500056100001200211250001200223300002100235700002000256700002100276260005200297084001800349650001100367650003500378650001400413650003000427520161100457INLIS00000000005957920200916013028 a0010-09200005311 aPOTENSI PEMANFAATAN SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) UNTUK PENGENDALIAN HAMA PUTIH PALSU Cnaphalocrocis medinalis (Guenee) PADA TANAMAN PADI /cKARTINI0 aKARTINI aSkripsi a60 hlm. :bilus.0 aTamrin Abdullah0 aItji Diana Daud. aUniversitas Hasanuddin :bFak. Pertanian,c2020 aSKR-P20 KAR p aSemut, aPengendalian Hama Putih Palsu, aPredator, aCnaphalocrocis medinalis, aSemut termasuk kedalam serangga predator karena sifatnya aktif dan kuat serta memangsa serangga yang lebih kecil dan lemah. Semut merupakan salah satu kelompok hewan yang dikatakan sebagai indikator hayati, sebagai alat monitoring perubahan kualitas lingkungan dan penentuan kawasan konservasi. Peran semut di alam dapat memberikan pengaruh positif dan negatif terhadap hewan dan juga manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis semut yang populasinya paling banyak mendekati mangsa (Cnaphalocrocis medinalis), mengetahui jenis semut yang paling cepat menemukan mangsa pertama kali, dan untuk mengetahui jenis semut yang paling cepat dalam melumpuhkan mangsa. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari Oktober-November 2019 di Lingkungan Labuangpatu, Kelurahan Mappadaelo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo. Penelitian ini terdiri dari dua pelaksanaan yaitu uji pemangsaan semut terhadap hama putih palsu di dalam sawah dan uji pemangsaan hama putih palsu di pematang sawah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pada persawahan populasi semut yang paling banyak dijumpai yaitu semut Solenopsis sp. Dengan populasinya yang melimpah dipersawahan tersebut sehingga semut Solenopsis sp yang paling cepat dalam menemukan dan melumpuhkan mangsa larva di pematang sawah. Sedangkan di dalam sawah semut yang paling cepat dalam menemukan dan melumpuhkan mangsa adalah semut Oechophylla sp dikarenakan karakteristik perilakunya yaitu memiliki pergerakan yang cepat melalui tali penghubung di dalam sawah dan sifatnya yang agresif dalam memangsa.