02516 2200217 4500001002100000005001500021035002000036245016300056100002500219250001200244300002100256700002100277700001100298260005200309084001800361650002500379650002500404650003400429650002400463520181100487INLIS00000000005957720200916011205 a0010-09200005291 aKARAKTERISASI MORFOFISIOLOGI DAN DETEKSI BAKTERI PENYEBAB BUSUK BULIR PADI PADA BEBERAPA KECAMATAN DI KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN /cANDI ALFIAN DARMAWAN1 aANDI ALFIAN DARMAWAN aSkripsi a61 hlm. :bilus.1 aTutik Kuswinanti0 aAsman. aUniversitas Hasanuddin :bFak. Pertanian,c2020 aSKR-P20 AND k aBusuk Bulir Bakteri, aBurkholderia glumae, aKarakterisasi Morfofisiologi, aUji Serologi ELISA. aPenyakit busuk bulir bakteri pada tanaman padi yang disebabkan oleh Burkholderia glumae menjadi ancaman serius karena mengakibatkan kerusakan parah pada pertanaman padi di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi secara morfofisiologi dan mendeteksi bakteri penyebab busuk bulir padi pada beberapa kecamatan di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pengambilan sampel dilakukan di 10 kecamatan yang menjadi produsen padi. Padi yang bergejala busuk bulir diisolasi kemudian ditumbuhkan di media King’s B. Koloni bakteri yang tumbuh kemudian dikarakterisasi secara morfologi dengan melakukan pengamatan makroskopis yaitu warna, bentuk, tepian, dan elevasi koloni. Karakterisasi fisiologi meliputi uji KOH, katalase, pertumbuhan anaerob, pembentukan pigmen kuning (toxoflavin), pembentukan pigmen fluorescens, pembentukan warna koloni kuning pada media YDC, dan reaksi hipersensitif pada daun tembakau. Deteksi keberadaan bakteri B. glumae dilakukan menggunakan uji serologi ELISA. Hasil karakterisasi morfologi menunjukkan bahwa terdapat 10 isolat yang memiliki kemiripan karakter morfologis B. glumae dengan karakter berwarna koloni kuning, putih kekuningan, putih krem, dan putih keabuan dengan bentuk bulat, tepian halus, dan elevasi cembung. Hasil uji fisiologi menunjukkan bahwa seluruh isolat menunjukkan reaksi positif untuk uji KOH dan katalase. Reaksi negatif pada seluruh isolat ditunjukkan pada uji pertumbuhan anaerob, pembentukan pigmen fluorescens, dan pembentukan warna koloni kuning. Sebanyak 5 isolat mampu menghasilkan pigmen kuning (toxoflavin), dan 2 isolat mampu menimbulkan reaksi hipersensitif pada daun Tembakau. Deteksi patogen menggunakan uji Serologi ELISA menunjukkan bahwa B. glumae telah terdeteksi di 9 dari 10 kecamatan.