01932 2200217 4500001002100000005001500021035002000036245008800056100001800144250001200162300002100174700001400195700002300209260005400232084001800286650001700304650001800321650003000339650001400369520133100383INLIS00000000005957420200916124759 a0010-09200005261 aGAYA BAHASA PENJUAL OBAT KAKI LIMA DI MAKASSAR ANALISIS STILISTIKA /cSYAMSUL RIJAL1 aSYAMSUL RIJAL aSkripsi a84 hlm. :bilus.1 aHasan Ali1 aA B. Takko Bandung aUniversitas Hasanuddin :bFak. Ilmu Budaya,c2020 aSKR-B20 RIJ g agaya bahasa, apenjual obat, agaya bahasa penjual obat, akaki lima aPenelitian ini bertujuan menjelaskan jenis-jenis gaya bahasa yang digunakan oleh penjual obat dan hubungan penggunaan gaya bahasa dominan dengan efek terhadap calon pembeli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data adalah semua penjual obat yang ada di Makassar khusus di pasar Gor Sudiang dan sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode simak (dokumentasi), dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif menurut Moleong. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis-jenis gaya bahasa yang digunakan oleh penjual obat kaki lima (1) gaya bahasa perumpamaan, (2) gaya bahasa hiperbola, (3) gaya bahasa klimaks, (4) gaya bahasa asidenton, (5) gaya bahasa repitisi, (6) gaya bahasa reduplikasi total. Gaya bahasa yang dominan dengan efek terhadap calon pembeli adalah hiperbola dengan persentase 27%, kemudian diikuti gaya bahasa klimaks dengan persentase 19,4%, kemudian gaya bahasa asidenton 16,6%, sedangkan gaya bahasa repitisi 13,8%, gaya bahasa perumpamaan 13% serta terakhir adalah gaya reduplikasi total 8,3%, dan untuk efek yang ditimbulkan dari gaya bahasa tersebut meliputi pertama adalah membeli barang yang dijual, kedua adalah menyimak secara saksama, dan ketiga adalah membeli karena kebutuhan.