PALEOSEANOGRAFI BERDASARKAN NANNOFOSIL FORMASI TONASA DAERAH KARAMA KECAMATAN BANGKALA BARAT KABUPATEN JENEPONTO PROVINSI SULAWESI SELATAN / MUHAMMAD AFRISAL ARIF text Universitas Hasanuddin : Fak. Teknik, 2020 Perubahan kondisi hidrografi pada permukaan laut merupakan faktor penting yang mempengaruhi distribusi nannoplankton secara vertikal, hal ini dapat berkaitan dengan perubahan iklim baik secara global maupun regional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paleoseanografi dan umur secara biostratigrafi pada batuan sedimen Formasi Tonasa di daerah Karama, kabupaten Jeneponto, provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah measuring section dengan menganalisis biodatum berdasarkan kejadian awal dan akhir nannofosil untuk menghasilkan umur batuan secara relatif dan melakukan komperasi pada distribusi jumlah dan ukuran nannofosil untuk mengetahui kondisi paleoseanografi pada waktu tersebut. Berdasarkan litostratigrafi tidak resmi, satuan batuan daerah penelitian adalah satuan Batulempung karbonatan yang terdiri atas perselingan Batulempung karbonatan dan Packstone. Penelitian pada singkapan ini terdiri dari 16 lapisan dan dijumpai nannofosil pada setiap lapisan. Biozonasi nannofosil pada Daerah Karama terdiri dari 2 zonasi, yaitu NP22-NP25 dan NN1, yang menunjukkan umur Formasi Tonasa di daerah penelitian yakni Oligosen Awal bagian tengah – Miosen Awal bagian bawah, sedangkan paleoseanografi daerah penelitian berdasarkan kandungan nannofosil dibagi ke dalam tiga periode yakni pada >NP22 (Pra Oligosen), NP22-NP25 (Oligosen Awal – Oligosen Akhir) dan NN1(Miosen Awal). Nannofosil, Paleoseanografi, Biostratigrafi, Komperasi, Measuring section, Formasi Tonasa