03670 2200193 4500001002100000005001500021035002000036245021100056100002000267250001000287300002200297260005300319084001700372650003700389650001500426650001700441650001900458520299900477INLIS00000000005848320200709072027 a0010-07200001621 aPENGEMBANGAN MODUL DETEKSI RISIKO PERDARAHAN PADA KEHAMILAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL :bDEVELOPMENT OF DETECTION OF BLEEDING RISK MODULE IN PREGNANCY FOR KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN /cVINNY ALVIONITA0 aVINNY ALVIONITA aTesis a177 hlm. :bilus. aUniversitas Hasanuddin :bFak. Kedokteran,c2020 aS2-K20 VIN p aModul Deteksi Risiko Perdarahan, akehamilan, apengetahuan, aBorg and Gall. aTujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul deteksi risiko perdarahan pada kehamilan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini terdiri dari dua bagian yakni pertama merancang modul dengan menggunakan metode penelitian pengembangan model Borg and Gall dan bagian kedua adalah menguji efektivitas modul menggunakan metode Quasi experiment dengan desain One group pre dan post test. Modul yang dikembangkan ini adalah produk yang belum pernah ada sebelumnya atau baru pertama dibuat. Tahapan pertama dalam penelitian ini adalah studi pendahuluan melalui Focus Group Discussion (FGD) melibatkan stakeholders yaitu dokter, perawat sekaligus petugas promosi kesehatan, bidan koordinator, bidan desa dan kader untuk menganalisis produk awal yang dikembangakan yaitu modul. Kemudian dilakukan pengembangan desain dan menyusun materi. Setelah draf awal modul selesai, dilakukan validasi oleh dua ahli media, dua ahli materi dan 10 ibu hamil sebagai pengguna untuk menilai kelayakan modul deteksi risiko perdarahan pada kehamilan. Untuk menghindari bias, validasi oleh pengguna tidak dilakukan di wilayah kerja tempat penelitian namun memiliki karakteristik sampel yang sama. Langkah selanjutnya dilakukan uji efektivitas modul melibatkan 30 ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel purposif sampel. Efektivitas modul diukur sebelum dan setelah diberikan modul deteksi risiko perdarahan pada kehamilan dengan selang waktu satu minggu (quasi eksperiment dengan one group pre dan post test). Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik Wilcoxon. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Tajuncu Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan pada Oktober 2019 sampai Februari 2020. Hasil penelitian adalah: (1)Hasil dari FGD merekomendasikan perlunya suatu modul deteksi risiko perdarahan pada kehamilan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. (2) Merumuskan isi/ komponen modul berdasarkan rekomendasi dari FGD yaitu meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang deteksi risiko, pengertian perdarahan, faktor risiko, tanda dan gejala serta bahaya perdarahan pada kehamilan. (3) Hasil validasi dari ahli media rata-rata 3,41 dan hasil validasi dari ahli materi rata-rata 3,83 menunjukkan bahwa modul deteksi risiko perdarahan pada kehamilan berdasarkan media dan materi sangat baik dan layak digunakan tanpa revisi. (4) Hasil uji coba pengguna yaitu 10 ibu hamil dengan rata-rata penilaian 3,73 yang menyatakan bahwa modul sangat baik dan layak digunakan tanpa revisi. (5) Hasil penilaian efektivitas modul menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan pre test sebesar 60% menjadi 85% (peningkatan 15%) setelah diberikan modul deteksi risiko perdarahan pada kehamilan dan uji Wilcoxon mendapati P-value 0,000<0,05. Dengan demikian dapat disimpulknan bahwa modul deteksi risiko perdarahan pada kehamilan sangat baik, layak dan efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil untuk mendeteksi perdarahan pada kehamilan.