ANALISIS KOMUNITAS FITOPLANKTON BERBAHAYA DI PERAIRAN LAUT DESA MALLASORO KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO PROVINSI SULAWESI SELATAN / BENI KALOTANG text Universitas Hasanuddin : Fak. Ilmu Kelautan dan Perikanan, 2020 Keberadaan fitoplankton di dalam perairan dapat mengalami pertumbuhan yang cepat dan berpotensi membahayakan jika ditunjang ketersediaan nutrien yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui kelimpahan fitoplankton berbahaya yang dapat memproduksi racun di perairan Desa Mallasoro Kabupaten Jeneponto. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan pada bulan November 2018 di 4 stasiun (perairan Pulau Libukang, outlet tambak udang Mallasoro, outlet PLTU Bangkala dan stasiun kontrol) dengan pengambilan sampel menggunakan plankton net (nomor 25). Dari hasil penelitian ini ditemukan 7 genera fitoplankton yang berpotensi berbahaya dan dapat memproduksi racun (HABs toxin) dari Kelas Bacillariophyceae yaitu Nitzschia sp. (2.178 sel/L) sedangkan pada Kelas Dinophyceae yaitu Alexandrium sp. (5.800 sel/L), Dinophysis caudata (1.511 sel/L), Dinophysis sp. (2.422 sel/L), Gonyaulax sp. (2.678 sel/L), Protoperedinium sp. (6.622 sel/L), dan Prorosentrum sp. (400 sel/L) yang tersebar di beberapa stasiun penelitian. Proporsi kelimpahan HABs toxin ditemukan sebesar 28% sedangkan HABs non toxin sebesar 72%. Keberadaan fitoplankton di dalam perairan dapat mengalami pertumbuhan yang cepat dan berpotensi membahayakan jika ditunjang ketersediaan nutrien yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui kelimpahan fitoplankton berbahaya yang dapat memproduksi racun di perairan Desa Mallasoro Kabupaten Jeneponto. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan pada bulan November 2018 di 4 stasiun (perairan Pulau Libukang, outlet tambak udang Mallasoro, outlet PLTU Bangkala dan stasiun kontrol) dengan pengambilan sampel menggunakan plankton net (nomor 25). Dari hasil penelitian ini ditemukan 7 genera fitoplankton yang berpotensi berbahaya dan dapat memproduksi racun (HABs toxin) dari Kelas Bacillariophyceae yaitu Nitzschia sp. (2.178 sel/L) sedangkan pada Kelas Dinophyceae yaitu Alexandrium sp. (5.800 sel/L), Dinophysis caudata (1.511 sel/L), Dinophysis sp. (2.422 sel/L), Gonyaulax sp. (2.678 sel/L), Protoperedinium sp. (6.622 sel/L), dan Prorosentrum sp. (400 sel/L) yang tersebar di beberapa stasiun penelitian. Proporsi kelimpahan HABs toxin ditemukan sebesar 28% sedangkan HABs non toxin sebesar 72%. fitoplankton, Harmful Algae Blooms (HABs), perairan pesisir Desa Mallasoro.