03121 2200181 4500001002100000005001500021035002000036245008100056100001700137250001200154300002100166260005800187084001900245650001800264650002000282650002900302520260800331INLIS00000000005845220200707013100 a0010-07200001311 aRESIKO PENULARAN VIRUS COVID – 19 PADA PRAKTEK DOKTER GIGI /cSUCI DESYANA0 aSUCI DESYANA aSkripsi a56 hlm. :bilus. aUniversitas Hasanuddin :bFak. Kedokteran Gigi,c2020 aSKR-KG20 SUC r aVirus Corona, avirus Covid-19, aAlat Pelindung Diri(APD) aLatar Belakang: Virus corona dikenal sejak tahun 1930-an. Pada tahun 2002, muncul penyakit baru golongan Virus Corona yang menyebabkan penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Lalu 10 tahun kemudian di tahun 2012, muncul lagi golongan Virus Corona ini yang menyebabkan penyakit Midlle East Respiratory Syndrome (MERS) di Timur Tengah, khususnya negara-negara Arab dan sekarang telah resmi disebut dengan Corona Virud Disease(Covid- 19) dengan virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome yang pada saat ini telah menyebar ke Indonesia, Indonesia wajib melakukan kesiapsiagaan terhadap potensi penyebaran Covid-19. Maka dari itu,diperlukan upaya untuk melakukan kesiapsigaan virus Covid-19 bagi masyarakat khususnya pada pekerja medis kesehatan yang lebih rentan terkena virus tersebut terutama pada dokter gigi. Tujuan: Untuk melakukan pencegahan dalam menghadapi potensi penyebaran virus Covid-19 pada praktek dokter gigi dan mekanisme penyebaran virus Covid19 pada praktek dokter gigi Metode: Penelitian ini merupakan metode literature riview. Hasil:.Penularan virus dapat dicegah dengan mengurangi kontak dengan sumber infeksi salah satunya dengan penggunaan alat perlindungan diri sesuai ?Standard Operational Procedure?. Tenaga kesehatan gigi dan mulut tidak lepas dari kemungkinan untuk berkontak langsung atau tidak langsung dengan mikroorganisme dalam rongga mulut pasien. Terdapat beberapa prosedur kewaspadaan universal yang sangat penting di bidang kedokteran gigi yang harus diperhatikan dalam upaya pencegahan penularan virus , yaitu meliputi kebersihan tangan, personal protective equipment (PPE), penggunaan sarung tangan, sterilisasi dan disinfeksi alat dental, penanganan permukaan kontak klinis, pemeliharaan dan pemantauan saluran air dan alat pada dental unit, teknik asepsis untuk perawatan dental parenteral, penggunaan peralatan sekali pakai, pemakaian obat kumur sebelum tindakan dental, prosedur bedah mulut dan penanganan gigi yang sudah diekstraksi, penanganan di laboratorium Radiologi Kedokteran Gigi, pengelolaan di laboratorium dental, serta penangulangan limbah medis. Kesimpulan: Terjadinya wabah Covid-19 di China dan kemudian menjadi pandemi memberikan pelajaran terhadap kesigapan berbagai negara, khususnya Indonesia yang sudah terkena virus Covid 19 yang sudah menyebar hal itu menyadarkan bahwa betapa pentingnya untuk rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan khususnya dokter gigi yang lebih rentan terkena virus Covid-19 penting menggunakan Alat Pelindung Diri(APD) dan menjaga kebersihan pada lingkungan praktek