02258 2200193 4500001002100000005001500021035002000036245011500056100003700171250001200208300002100220260005200241084001800293650002000311650001800331650002500349650001900374520167100393INLIS00000000005830920200629020908 a0010-06200007191 aEVALUASI BEBERAPA GENOTIPE GANDUM (Triticum aestivum L.) DI DATARAN RENDAH /cADINDA NURUL JANNATI CHAERUNNISA0 aADINDA NURUL JANNATI CHAERUNNISA aSkripsi a94 hlm. :bilus. aUniversitas Hasanuddin :bFak. Pertanian,c2020 aSKR-P20 ADI e aDataran rendah, amutan gandum, aconvergent breeding, aheritabilitas. aPenelitian bertujuan untuk mengetahui genotipe gandum yang adaptif pada dataran rendah dengan produktivitas tinggi, mengetahui korelasi antara parameter pertumbuhan dan komponen produksi terhadap hasil, dan mengetahui adanya karakter yang memiliki nilai heritabilitas yang tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Bonto Parang, Kelurahan Kelara, Kecamatan Tolo Selatan, Kabupaten Jeneponto pada ketinggian 135 m dpl, dengan titik koordinat 5°24'58.0"LS 119°54'58.2"BT. Penelitian dilaksanakan sejak Mei – September 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 20 galur sebagai materi genetik hasil mutasi dan convergent breeding serta empat varietas pembanding (Dewata, Guri-3, Selayar, dan Nias) sehingga terdapat 24 genotipe. Penelitian dilakukan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 72 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutan dan convergent breeding yang adaptif pada dataran rendah dan memiliki produksi tinggi adalah N 250 4.6.2, S 300 7.9.1, S 300 8.3.1, N 200 2.5.2, S 300 2.1, CBF6-110, dan CBF6-192. Karakter yang memiliki korelasi nyata secara langsung terhadap produktivitas yaitu jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah spikelet permalai, jumlah biji permalai, persentase floret hampa, bobot biji permalai, tinggi tanaman, umur panen, dan produksi per rumpun. Karakter yang memiliki nilai duga heritabilitas tinggi yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, umur berbunga, laju pengisian biji, panjang malai, jumlah spikelet permalai, jumlah biji permalai, persentase floret hampa, bobot biji permalai, bobot 1.000 biji, produksi per rumpun, dan produktivitas