MEMPELAJARI PENGARUH KINERJA REAKTOR PROSES PRODUKSI KARAGINAN MURNI RUMPUT LAUT OHMIC Eucheuma cottonii DALAM KARMILA AMIR G 411 10 906 Prof.Dr.Ir.Salengke, M.Sc Olly Sanny Hutabarat, STP., M.Si text local s1 local dc_document #PUBLISHER# 2014 ind Rumput laut merupakan salah satu produk unggulan karena memiliki potensi produksi dan pasar yang cukup besar. Agar potensi yang besar tersebut dapat dimanfaatkan, maka diperlukan teknologi pengolahan yang lebih efisien dan murah dalam pengolahan rumput laut, sehingga dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang tinggi dan dapat bersaing secara global. Salah satu pengolahan rumput laut yang dapat diterapkan pada industri yaitu dengan menggunakan teknologi Ohmic. Teknologi Ohmic merupakan suatu proses pemanasan, dimana arus listrik (khususnya arus bolak-balik AC) dilewatkan melalui bahan pangan. Akibatnya, akan terjadi pembangkitan energi internal pada bahan pangan. Teknologi ohmic ini diharapkan dapat meningkatkan proses efisiensi pengolahan, menurunkan konsumsi energi dalam proses pengolahan dan meningkatkan rendemen produk yang dihasilkan dari proses pemanasan ohmic. Prosesdur penelitian ini meliputi persiapan bahan, sortasi, pemanasan ohmic, pendinginan, penyaringan, dan pengeringan. Perbandingan massa rumput laut dengan larutan KOH yaitu 1:20, 1:30, 1:40, dan 1:50. Konsentrasi larutan yaitu 1,7% KOH dan 2,5% KCL. Lama pemanasan yaitu 1 jam, 1,5 jam, 2 jam, 2,5 jam, dan 3 jam dengan suhu ekstraksi yaitu 30°C sampai 90°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemanasan pada reaktor ohmic dipengaruhi oleh rasio antara massa rumput laut dan larutan KOH, rendemen tertinggi yang diperoleh yaitu pemanasan selama 2,5 jam, konsumsi energi selama proses pemanasan dipengaruhi oleh suhu larutan, dan total konsumsi energi yang untuk pemanasan selama 3 jam yaitu berkisar antara 0.33 sampai 0.41 kWh. Ohmic, Rendemen, konsumsi energi #RIGHTS#