02364 2200193 4500001002100000005001500021035002000036245024700056100002100303250001200324300001200336260005000348084001800398650001800416650002200434650002500456650002100481520166800502INLIS00000000005694620200323022358 a0010-03200008551 aUJI AKTIVITAS POLISAKARIDA BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA TIKUS DIABETIK :bACTIVITY TEST OF POLYSACCHARIDE FROM AVOCADO (Persea americana Mill.) SEED ON WOUND HEALING IN DIABETIC RATS /cTRI AINUN MAHLUK0 aTRI AINUN MAHLUK aSkripsi a10 hlm. aUniversitas Hasanuddin :bFak. Farmasi,c2020 aSKR-F20 TRI u aPolisakarida, aDiabetes melitus, aLuka,Streptozotocin, aPersea americana aDiabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah yang menyebabkan berkembangnya bakteri dan menimbulkan berbagai komplikasi, seperti ulkus diabetik. Polisakarida dari biji alpukat (Persea americana Mill.) telah banyak diteliti dan memiliki aktivitas di antaranya sebagai antidiabetes dan antiinflamasi. Namun belum diketahui senyawa yang berefek menyembuhankan luka diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh polisakarida biji alpukat (Persea americana Mill.) Secara oral terhadap penyembuhan luka diabetik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tikus putih dibagi menjadi 6 kelompok yang sebelumnya diinduksi dengan streptozotocin dengan dosis 50 mg / kgBB, atau tanpa streptozotocin pada kontrol sehat. Setelah 1 hari induksi streptozotocin, hewan uji kemudian diinduksi dengan polisakarida 200, 400, 800, dan 1200 mg / kgBB, NaCMC 1% sebagai kontrol negatif, selama 7 hari pada setiap kelompok hewan uji kecuali kontrol sehat. Pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter luka dan tingkat keparahan luka sebagai marker penyembuhan luka diabetik. Hasil penelitian dengan melihat penyembuhan luka pada tikus diabetik yang diinduksikan Streptozotocin 50 mg/kgBB dapat disimpulkan bahwa poliskarida 200 mg/kgBB tidak memberikan efek penyembuhan luka pada tikus diabetik yang diuji secara statistik menggunkan uji one-way ANOVA diperoleh hasil tidak berbeda nyata antara pemberian polisakarida dosis 200 mg/kgBB dengan kontrol negatif dengan nilai P sebesar 0,163 Sedangkan pada pengamatan tingkat keparahan luka polisakarida 200 mg/kgBB dapat mempercepat proses inflamasi.