01630 2200169 4500001002100000005001500021035002000036245011000056100001000166250001200176300002100188260005200209084001900261650002000280650003100300520112900331INLIS00000000005498620200115125518 a0010-01200003191 aSTRATEGI COPING MASYARAKAT LOKAL DALAM MENGADAPI BENCANA LONGSOR DI TANGKAPAN ANAK SUNGAI SAPAYA /cFAHMI0 aFAHMI aSkripsi a49 hlm. :bilus. aUniversitas Hasanuddin :bFak. Kehutanan,c2019 aSKR-KH19 FAH s aCoping Ekonomi, astruktural,sosial,kultural aPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi coping masyarakat lokal dalam menghadapi bencana tanah longsor pada daerah sekitar tangkapan anak sungai sapaya DAS Jeneberang, di Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui kegiatan wawancara kepada masyarakat yang tinggal di daerah sekitar Tangkapan Anak Sungai Sapaya dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal daerah sekitar tangkapan anak sungai sapaya menerapkan 4 strategi coping, yaitu strategi coping ekonomi, sosial, dan kultural. Strategi coping ekonomi yang di terapkan oleh masyarakat yaitu membentuk kelompok arisan, mendirikan toko sederhana, beternak, berkebun, dan kredit usaha rakyat. Strategi coping kultur yang di terapkan oleh masyarakat yaitu memperbaiki fasilitas publik pasca longsor, membuat terasering, dan melakukan pengecekan di daerah rawan terjadinya longsor. Strategi coping kultural yang di terapkan oleh masyarakat yaitu melakukan barasanji dan pengajian agar di beri keselamatan dan keamanan pada daerah tempat tinggal mereka..