DAMPAK KEBIJAKAN SUBSIDI BENIH JAGUNG TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI DI PROPINSI SULAWESI SELATAN J U N I A R S I H #CONTRIBUTOR# text local s2 local dc_document #PUBLISHER# 2014 ind Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakansubsidi benih jagung terhadap peningkatan produksi dan pendapatanpetani di Propinsi Sulawesi Selatan.Metode yang digunakan bersifat deskriptif, yang dilakukan melaluisurvey di lapangan. Responden penelitian sebanyak 20 orang petanijagung di Kabupaten Bantaeng dan 44 orang di Kabupaten Maros yangdipilih secara acak. Data dikumpulkan dengan metode observasi,wawancara dan pencatatan, proses wawancara dilakukan denganmenggunakan alat pengumpulan data berupa daftar pertanyaan(kuisioner). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakanPolicy Analysis Matrix (PAM).Hasil penelitian menunjukkan dari tiga bentuk kebijakan subsidibenih jagung, hanya ada 2 bentuk subsidi benih jagung yang ada diPropinsi Sulawesi Selatan, yaitu Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU)dan Cadangan Benih Nasional (CBN). Program BLBU yang berjalan saatini terkait dengan kegiatan SL-PTT jagung yang diberikan kepadakelompok tani dengan luas lahan 15 ha, dimana benih yang diberikan 15kg/ha dengan varietas Bisi 2. Dampak kebijakan subsidi benih jagungterhadap peningkatan produksi dan pendapatan adalah produksi dikeduaKabupaten mengalami peningkatan setiap tahunnya sejak dimulaiprogram BLBU, sedangkan untuk pendapatan petani dapat dilihat darikeuntungan privat, di Kabupaten Bantaeng keuntungan privat sebesar Rp.2.472.079 dan di Kabupaten Maros keuntungan privat Rp. 3.578.547, halini menunjukkan bahwa usahatani jagung layak untuk dikembangkandikedua kabupaten.Kata Kunci: kebijakan, subsidi, benih jagung, produksi, pendapatan kebijakan, subsidi, benih jagung, produksi, pendapatan #RIGHTS#