PENERAPAN ASAS VICARIOUS LIABILITY TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA PERBUATAN TIDAK MENYENANGKAN (Studi Kasus: Irzen Octa vs Citibank Indonesia) NURUL FAUZIAH HAMBALI #CONTRIBUTOR# text local s1 local dc_document #PUBLISHER# 2016 ind NURUL FAUZIAH HAMBALI (B111 12 051). Penerapan Asas VicariousLiability Terhadap Pertanggungjawaban Korporasi Dalam TindakPidana Perbuatan Tidak Menyenangkan dibimbing oleh Andi Sofyansebagai pembimbing I dan Haeranah sebagai pembimbing II.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan asasvicarious liability terhadap pertanggungjawaban korporasi dalam tindakpidana umum dan untuk mengetahui pertanggungjawaban CitibankIndonesia, PT. Fanimasyara, dan PT. Taketama Star Mandiri sebagaikorporasi terkait tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan yangdilakukan oleh debt collector terhadap Irzen Octa dalam kasus penagihanhutang kredit.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tipe penelitian yangbersifat normatif, yaitu penelitian melalui studi bahan hukum yangberkaitan dengan permasalahan yang dikaji dengan menggunakanmetode penelitian kepustakaan.Berdasarkan analisis, penulis menyimpulkan beberapa hal, antaralain: 1) korporasi dapat diminta pertanggunggjawaban pidananyaberdasarkan asas vicarious liability dalam tindak pidana umum, apabilaterlebih dahulu dapat dibuktikan adanya hubungan subordinasi antarapemberi kerja atau pemberi kuasa dengan individu yang melakukan tindakpidana. Tindak pidana tersebut dilakukan dalam ruang lingkuppekerjaannya dan bukan termasuk tindak pidana kesuliaan. Dengan niat(bukan satu-satunya) untuk memberikan keuntungan kepada korporasi. 2)Citibank Indonesia, PT. Taketama Star Mandiri, dan PT. FanimasyaraPrima, dapat dimintakan pertanggungjawabannya terkait tindak pidanaperbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh debt collectornyaterhadap Irzen Octa selaku nasabah bank dalam kasus penagihan hutangkredit. Hal ini dapat dilakukan berdasarkan asas vicarious liability, denganmembuktikan adanya hubungan subordinasi antara Citibank Indonesia,PT. Taketama Star Mandiri, dan PT. Fanimasyara Prima dengan HenryWaslinton, Arief Lukman, Donald Harris Bakara. Dan tindak pidanatersebut dilakukan dalam ruang lingkup pekerjaannya. Selain itu, apabilaCitibank Indonesia, PT. Taketama Star Mandiri, dan PT. FanimasyaraPrima tidak dapat membuktikan bahwa mereka telah melakukan duediliegence defense terdiri dari tiga faktor penting, yaitu foreseeability,preventability, dan control, maka korporasi dapat dimintapertanggungjawabannya. enerapan Asas Vicarious Liability,Pertanggungjawaban Korporasi, #RIGHTS#