ANALISIS KINERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (BPKD) (STUDI KASUS PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BUTON) / WA ODE ERMINAWATI text local dc_document Universitas Hasanuddin : Program Pascasarjana, 2007 | Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) di Kabupaten Buton. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) prosedur kerja, (2) ketersediaan anggaran, (3) sumber daya manusia, serta (4) sarana dan prasarana. Metoda penelitian menggunakan pendekatan diskriptif analitik dengan menggunakan analisis rentang skala, dan dalam pengumpulan data digunakan instrumen kuesioner, telaah dokumen, observasi dan survey,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja organisasi BPKD Kabupaten Buton berada dalam kriteria “baik”. Pengertian baik dalam penelitian ini dapat bermakna bahwa (1) prosedur kerja BPKD Kabupaten Buton sudah mendukung peningkatan kinerja organisasi; (2) Anggaran dalam pelaksanaan program maupun kegiatan di BPKD Kabupaten Buton sudah tersedia dengan baik dan memadai/memenuhi kebutuhan organisasi; (3) Secara rata-rata kemampuan SDM di BPKD, bisa mendukung dan meningkatkan kinerja organisasi; dan (4) pegawai sudah merasa nyaman dengan fasilitas yang dimiliki oleh kantor, fasilitas pendukung kerja dapat dioperasionalisasikan dengan benar oleh para pegawai, kualitas dan kuantitas dari fasilitas senantiasa terpenuhi. Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) di Kabupaten Buton. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) prosedur kerja, (2) ketersediaan anggaran, (3) sumber daya manusia, serta (4) sarana dan prasarana. Metoda penelitian menggunakan pendekatan diskriptif analitik dengan menggunakan analisis rentang skala, dan dalam pengumpulan data digunakan instrumen kuesioner, telaah dokumen, observasi dan survey,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja organisasi BPKD Kabupaten Buton berada dalam kriteria “baik”. Pengertian baik dalam penelitian ini dapat bermakna bahwa (1) prosedur kerja BPKD Kabupaten Buton sudah mendukung peningkatan kinerja organisasi; (2) Anggaran dalam pelaksanaan program maupun kegiatan di BPKD Kabupaten Buton sudah tersedia dengan baik dan memadai/memenuhi kebutuhan organisasi; (3) Secara rata-rata kemampuan SDM di BPKD, bisa mendukung dan meningkatkan kinerja organisasi; dan (4) pegawai sudah merasa nyaman dengan fasilitas yang dimiliki oleh kantor, fasilitas pendukung kerja dapat dioperasionalisasikan dengan benar oleh para pegawai, kualitas dan kuantitas dari fasilitas senantiasa terpenuhi. keuangan daerah