Entekstualisasi Politik– Permainan Tuturan dalam Drama “Sketsa Indonesia” and “Cornfield of Dreams”. Haslindah Syam #CONTRIBUTOR# text local s2 local dc_document #PUBLISHER# 2015 ind Haslindah Syam. 2014. Entekstualisasi Politik– Permainan Tuturandalam Drama “Sketsa Indonesia” and “Cornfield of Dreams”.(Dibimbing oleh Abdul Hakim Yassi dan Stanislaus Sandarupa)Penelitian ini mendiskripsikan1) pemarkah linguistik dari text denotasiyang digunakan oleh karakter di drama untuk menampilkan permainantuturan. 2) bentuk permainan tuturan di drama, dan 3) processentektualisasi yang terjadi dalam permainan tuturan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis prosespermainan tuturan yang terjadi dalam data. Penelitian ini menggunakandua jenis data,yaitu data drama berbahasa Indonesia “Sketsa Indonesia”dan data berbahasa Inggris “Cornfield of Dreams”. Pengumpulan datadilakukan dengan merekam radio dan mengambil dari internet. Datadianalisis pertama-tama menganalisis topikalisasi menggunakan dua jenisdata dengan menganalisis makna tata bahasa fungsional, selanjutnyadua data tersebut dianalisis berdasarkan permainan tuturan kemudiandipaparkan mengenai proses yang terjadi dalam permainan tuturantersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemarkah linguistik mengarahkantopik dalam data drama berbahasa Indonesia adalah lomba plesetansedangkan data drama berbahasa inggris adalah pinjaman.Permainantuturan yang terjadi dalam dua jenis data tersebut adalah sama–samamasih menggunakan Pun dan Parallelisme. Perkembangan teoripermainan tuturan ini terdapat dalam data drama berbahasa Indonesiapada klausa (48) “Maju tak gentar membela yang bayar”. Pada klausa initerjadi proses entekstualisasi yaitu proses teks asli dengan kontekstertentu dipindahkan ke konteks lain menjadi teks baru. Entekstualisasipolitiknya terjadi ketika teks asli dengan konteks sebagai lagu wajibIndonesia dipindahkan ke konteks baru sebagai dialog drama yang tidaklagi dinyanyikan untuk tujuan permainan tuturan politik. Hal lain yangterjadi pada klausa tersebut adalah level paradigmatik teks asli digantiuntuk tujuan politik.Kata Kunci : Permainan kata-kata, Permainan Tuturan, Entekstualisasi Permainan kata-kata, Permainan Tuturan, Entekstualisasi #RIGHTS#